This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 18 Desember 2015

TIPS SEDERHANA MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA

1.Perhitungkan Pemasukan dan Pengeluaran
Coba buat sebuah catatan tentang pengeluaran dan pemasukan keluarga setiap bulannya. Misalnya pemasukan dari gaji ayah bekerja, bisnis sampingan istri, dan semua hal yang menghasilkan pemasukan keluarga. Buat juga daftar pengeluaran seperti belanja harian/mingguan/bulanan, biaya anak sekolah, tagihan air, listrik, telepon, biaya cicilan rumah atau cicilan lainnya, dan sebagainya yang merupakan pengeluaran rumah tangga. Anda bisa memanfaatkan buku catatan atau dengan menggunakan Ms. Excel di komputer untuk lebih praktisnya.

Dari daftar keuangan ini, pahami benar-benar kondisi keuangan keluarga. Anda kemudian dapat menganalisis berapa sisa pemasukan yang tidak dibelanjakan, untuk kemudian dibagi-bagi kembali untuk dibelanjakan untuk kebutuhan lainnya yang penting namun tidak mendesak. Selain itu, Anda juga bisa melihat-lihat lagi pengeluaran mana yang sebetulnya jumlahnya bisa dikurangi, atau kemungkinan-kemungkinan menambah pemasukan dengan usaha berbisnis.

2. Analisis Kebutuhan dan Keinginan
Setelah memahami kondisi keuangan keluarga Anda, selanjutnya pikirkan apakah ada di daftar pengeluaran yang sebenarnya hanya berupa keinginan, bukan berupa kebutuhan. Misalnya Anda belanja harian sebesar sekian rupiah, pikirkan apakah benar-benar tidak bisa dikurangi lagi, apakah Anda akan memakai seluruh bahan yang dibeli sampai tidak ada yang terbuang, ataukah hanya ingin saja membeinya namun tidak digunakan secara maksimal. Cari pula bahan substitusi kebutuhan harian yang harganya lebih murah namun memiliki kualitas yang mirip atau hampir sama dengan yang Anda gunakan sekarang.

Dari daftar pengeluaran, Anda kemudian bisa membuat tabel baru untuk ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’. Kemudian semua pengeluaran tersebut dianalisis satu-persatu apakah masuk ke dalam golongan keinginan atau kebutuhan.

3. Hindari Berhutang
Anda merasa penghasilan sangat kurang dan ingin berhutang saja untuk memenuhi kebutuhan bulanan Anda. Jangan berpikir seperti ini! Sebisa mungkin hindari untuk berhutang jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Dari mana Anda yakin bisa mengembalikan uang pinjaman jika untuk kebutuhan sehari-hari saja penghasilan Anda masih kurang. Kecuali untuk digunakan sebagai modal usaha yang memungkinkan Anda memgembalikan hutang, jangan pernah coba-coba untuk menggali lubang hutang yang dalam, karena kalau tidak Anda akan terjebak dan sulit sekali menutupi hutang tersebut.

4. Tetapkan Tujuan Finansial
Anda dan keluarga sebaiknya mempunyai tujuan finansial yang dicita-citakan bersama. Tujuan ini bisa bermacam-macam tergantung keinginan Anda sekeluarga. Bisa saja tujuan keluarga yang satu adalah untuk menyekolahkan anaknya hingga ke luar negeri, tujuan keluarga yang lain adalah untuk berhaji bersama, atau memiliki rumah sendiri di tempat yang asri. Tujuan finansial keluarga ini seperti mimpi yang ingin dicapai oleh semua keluarga. Dengan memilikinya, Anda akan semakin termotivasi untuk berhemat dan tidak berperilaku konsumtif dalam membelanjakan penghasilan.

5. Menabung dan Berinvestasi
Tidak lengkap rasanya mengelola keuangan tanpa adanya tabungan atau investasi lainnya. Demi mencapai tujuan finansial seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tentu saja Anda harus menabung. Menabunglah secara rutin dan disiplinlah menabung setiap bulan. Atau kalau tidak, berinvestasilah, yang bisa memberikan keuntungan lebih besar daripada menabung di bank. Berinvestasi bisa mulai dari hal sederhana seperti membeli emas dalam jumlah kecil atau mencoba belajar bermain saham. Coba juga mendiskusikan masalah investasi ini kepada ahli keuangan yang Anda kenal.

Sisihkan Sebagian Untuk Liburan
Sebagai keluarga, tentu tidak ada salahnya untuk melakukan liburan sekali waktu ke tempat wisata. Hal ini bisa dibilang penting karena akan menjaga keharmonisan Anda dan keluarga. Bisa dibilang, jangan pikirkan uang terus-menerus, sekali-sekali cobalah untuk bersenang-senang dengan liburan.

TIPS MENGHINDARI MODUS ONLINE

Dalam dunia kejahatan online, anda barangkali sering mendengar istilah phising, skimming, dan hacking. Ketiganya merupakan modus kejahatan di dunia digital dengan tujuan sama yaitu menguras dana nasabah bank dengan cara yang berbeda namun saling berhubungan.

Phising adalah proses pencurian data nasabah. Proses pencurian data bisa melalui berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan menempatkan alat di mesin ATM untuk merekam data saat nasabah melakukan transaksi di mesin tersebut. Teknik ini dinamakan skimming. Pelaku dari phising dengan metode skimming (salah satunya) dinamakan sindikat penjahat online yang biasa disebut hacker.

Berikut adalah beberapa tips menghindari aksi perampokan online:

1. Jangan Asal Memberikan Data
Phising yang dilakukan oleh sindikat rampok online tersebut menggunakan beberapa cara untuk mengecoh nasabah bank agar dengan suka rela mengirimkan data tanpa disadarinya. Hacker banyak mengincar nasabah perbankan, terutama pengguna atm, mobile banking dan internet banking. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan email yang dikirim secara acak sehingga siapapun bisa menerimanya. Sekilas ini sesuatu yang wajar, karena biasanya memang pihak bank minta nasabah untuk melakukan pembaruan data nasabah. Yang membedakan adalah bank selalu meminta nasabah melakukan pembaharuan hanya di kantor bank bukan melalui email.

2. Lupakan Email Dari Pelaku
Setelah tahu kalau itu bukan dari bank, Sebaiknya lupakan atau abaikan jika Anda pernah menerima email yang mencurigakan apalagi email spam. Karena seperti disebutkan di poin 1, bank selalu meminta nasabah melakukan pembaharuan hanya di kantor bank bukan melalui email.

3. Jangan Download Sembarangan
Hindari membuka atau mendownload attachment dari email yang tidak dikenal karena bisa saja saat mengklik open atau download, Anda sedang mendownload malware yang akan menginfeksi komputer atau gadget Anda. Malware adalah program yang didesain untuk duplikat data dan bisa terinstal di laptop Anda saat proses downoad selesai. Jika melakukan ini maka penjahat online yang mengirim malware tersebut dapat leluasa mengintip data-data pribadi Anda, termasuk data perbankan atau bahkan kartu kredit.

4. Jangan Pernah Menuruti Permintaan Data Melalui Email
Pastikan Anda mengetahui bentuk email standar dari bank yang Anda digunakan. Sehingga saat menerima email yang sedikit saja berbeda, dalam hal ini Anda harus lebih waspada. Tingkatkan kewaspadaan jika isi email meminta informasi pribadi atau ada embel-embel untuk melakukan pembaruan data, update account dan sebagainya. Kalau menerima dan tidak yakin itu email asli, segera konfirmasi ke pihak bank jika terdapat hal yang mencurigakan.

5. Ganti Password Secara Berkala
Lakukan secara berkala perubahan password internet banking secara teratur misalnya sebulan sekali. Lebih aman lagi jika anda menggunakan kombinasi huruf dan angka sedemikian sehingga password tersebut tidak mudah ditebak orang lain. Ingat dan jangan sampai Anda menyimpan password-password perbankan dalam bentuk tulisan apalagi jika sampai orang lain tahu.

6. Kembali Ke Poin Satu
Sekali lagi kami sebutkan kalau pihak bank tidak pernah meminta anda melakukan update data di luar kantor bank. Jangan mudah percaya jika ada yang menelpon “dari bank” dan meminta data-data pribadi Anda, apapun alasannya.

7. Kalau Terlanjur Memberi Data
Saat Anda baru sadar telah melakukan kesalahan dan berpotensi data pribadi Anda dicuri maka sangat dianjurkan untuk segera mengecek rekening sekarang dan memperhatikan setiap transaksi yang ada. Apakah semuanya sudah sesuai dengan  transaksi yang Anda lakukan atau apakah ada yang mencurigakan. Jangan lupa untuk segera menghubungi bank tempat Anda membuka rekening untuk melakukan proteksi yang dibutuhkan.

8. Ketika Uang Sudah Dicuri
Kalau mengalami hal ini, segeralah melapor ke bank. Biasanya mereka akan menyarankan Anda untuk membuat laporan di kantor polisi. Memang, penyelesaiannya terkadang membutuhkan waktu yang lama, bahkan uang Anda yang dicuru belum tentu kembali. Meskipun begitu, paling tidak Anda sudah menolong banyak orang. Sebab, ketika pelakunya tertangkap, tidak ada lagi yang menjadi korban.